
Manusia sejak lahir mempunyai hasrat untuk berhubungan dengan manusia lain atau ingin bermasyarakat. Keinginan bermasyarakat didasari kebutuhan manusia akan makanan, perlindungan dari manusia lain di sekelilingnya, rasa nyaman, serta dorongan untuk menjalani kehidupan dengan baik. Oleh karena itu manusia tak mungkin hidup sendiri untuk memenuhi setiap kebutuhannya karena telah dikodratkan sebagai makhluk sosial.
Terpenuhinya setiap kebutuhan tersebut didasari oleh adanya rasa kasih sayang antarmanusia. Tanpa ada rasa kasih sayang antarmanusia apakah mungkin kita akan merasa terpenuhi setiap kebutuhan kita? Terasa mustahil untuk menjawab ¡Èmungkin¡É. Karena sudah menjadi sunatullah bahwa untuk memenuhi setiap kebutuhannya dengan baik manusia harus saling mengasihi dan menyayangi sesamanya.
Di suatu Hadis, ¡ÈAllah tidak akan berbelas kasih pada seseorang bila ia tidak mengasihi sesamanya.¡É (HR Bukharidan Thabrani). Dari hadis ini sangat jelas bahwa kita memang diperintah untuk saling mengasihi dan menyayangi dalam kehidupan ini agar setiap kebutuhan kita dapat terpenuhi dengan baik.
Kasih sayang harus ditumbuhkan setiap hari dan setiap saat karena Allah swt. memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan. (QS Al Maa-idah [5]: 48). Dan juga kasih sayang dalam hidup bermasyarakat tidak memandang strata sosial, suku
bangsa, maupun agama.
¡ÈSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,¡É (QS An Nisaa¡Ç [4]: 36).
¡ÈAllah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.¡É (QS Al Mumtahanah [60]: 8).
Melalui ayat-ayat di atas Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memberikan petunjuk yang terang kepada kita untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh kasih sayang antarsesama supaya kita sebagai hamba-Nya terhindar dari musibah dunia dan akhirat. Akan tetapi masih sering saja kita melihat orang yang mengorbankan kasih sayang dengan berbuat dosa untuk memenuhi kebutuhannya, padahal dosa adalah salah satu hal yang menyebabkan terhalangnya kebutuhan atau rezeki, seperti yang diingatkan oleh Rasulullah saw ¡ÈSesungguhnya seorang hamba terhalang dari rezeki dengan sebab dosa yang dia kerjakan,¡É (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Apakah keadaan dunia dan negara kita khususnya yang sekarang terjadi krisis kasih sayang yang ditandai banyaknya kemiskinan, kerusuhan, dan konflik akibat dari banyaknya dosa yang kita perbuat? Atau itu semua hanya cobaan? Hanya Allah swt. yang tahu jawabannya. Yang pasti petunjuk Allah swt. kepada manusia untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhkan seluruh larangan-Nya dengan benar sudah ada sejak Nabi Adam diturunkan ke dunia. Jadi, kita sebagai hamba yang sangat membutuhkan pertolongan Allah swt. maupun pertolongan sesama memang sepatutnya harus selalu melaksanakan seluruh perintah dan menjauhkan seluruh larangan-Nya. Dan salah satu perintah-Nya yaitu saling mengasihi dan menyayangi antarsesama dalam hidup bermasyarakat.
¡ÈDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.¡É
(QS Al Qashash [28]: 77).